Minggu, 02 September 2012

AJI PANCASONA

AJI PANCASONA Aji Pancasona sangat terkenal sejak jaman dahulu. Dalam pewayangan aji ini dimiliki oleh Prabu Dasamuka. Siapa memiliki Aji Pancasona sukar untuk matinya. Karena bila tertembak misalnya dan kena hingga mati, maka setelah jatuh ke tanah ia akan hidup lagi dan bekas luka lukanya akan lenyap. Aji Pancasona memang hampir sama dengan aji Rawarontek. Orang yang memiliki aji ini matinya hanya bisa bila kepala dan tubuhnya dipisahkan dan ditaruh di tempat yang sangat jauh, bila mungkin dipendam di dalam sumur yang dalam. Syarat untuk memiliki aji Pancasona ini adalah sebagai berikut : a. Puasa sunnah Senin dan Kamis selama 7 bulan. Setelah selesai 3 hari berikutnya dilanjutkan puasa sunnah 40 hari. Malam terakhir (hari ke 41 nya) tidur 24 jam dalam keadaan suci dari hadas besar dan kecil. b. Selama puasa setiap selesai sholat fardhu membaca rapal ajian tersebut 21 kali Selesai sholat hajat khussus membaca rapal ajian tersebut 75 kali. Sebelum mengerjakan sholat hajat diwajibkan mandi keramas yang airnya sudah diberi rapal keramas 21 kali bacaan. c. Setelah selesai mengerjakan puasa,setiap hari selesai sholat fardhu amalan tersebut dibaca 3 kali. Awas jangan sampai lupa membacanya. Inilah rapal aji Pancasona yang terkenal : “Bismillahirrohmanirrohim, Niyat ingsun amatek ajiku aji Pancasona Ana wiyat jroning bumi,Surya murub ing bantala, Bumi sap pitu, anelahi sabuwana, Rahina tan kena wengi Urip tan kenaning pati, Ingsun pangawak jagad, Mati ora mati, Tlinceng geni tanpa kukus, Ceng,…cleleng, Ceng,…cleleng, Kasanga ibu pertiwi, Tangi dewe, urip dewe aning jagad, Mustika lananging jaya,Hem, aku si Pancasona, Ratune nyAwa sakalir”.

Label: , , , , , , ,

Selasa, 10 Mei 2011

AJI ALU ROGO

Sudah menjadi suratan alam, lelaki selalu ingin menunjukkan keperkasaannya di atas ranjang. Padahal, mereka tak punya waktu untuk menjadi perkasa secara alamiah…

Sebelum jenis obat keperkasaan menjamur seperi sekarang, nenek moyang kita telah melakukan olah batin untuk hal yang satu ini. Oleh karena itu jangan heran, pada zamannya, seorang raja memiliki lebih dari satu istri dan hidup bahagia serta perkasa hingga akhir hayatnya.
Sungguh beruntung, di tengah-tengan keadaan masyarakat yang menginginkan segala sesuatu yang serba instant, Penulis bertemu dengan Mas Tono. Dia adalah sahabat Penulis yang pernah mendapatkan ijazah Ajian Alugoro dan Ajian Pengiket Sukmo dari salah seorang spiritualis yang bermukim di bilangan Sukoharjo, Jawa Tengah.
Menurutnya, Ajian Alugoro amat bermanfaat untuk urusan seks. Sementara itu, Ajian Pengiket Sukmo amat berguna untuk mengikat kesetiaan isteri agar dia tetap setia dan tidak berniat untuk memiliki PIL.
Bila Ajian Alugoro dibaca sebelum melakukan hubungan seksual, maka (konon) penis akan menguat bahkan membesar sebagaimana yang dikehendaki. Dengan kata lain, bagi yang sudah menguasainya, dijamin tidak akan pernah loyo walau tubuh sudah dimakan oleh usia.

Adapun laku ritualnya, adalah:
1. Melakukan puasa sunnah selama lima hari, dimulai pada hari Selasa atau hari Kamis dengan niat untuk mendapatkan ridho Allah agar dapat menguasai Ajian Alugoro. Selama puasa, hanya boleh menyantap makanan kering yang tidak berkuah.
2. Puasa dijalankan tanpa putus. Dan usia mendirikan shalat Maghrib dan Subuh, ajian dibaca sebanyak empat puluh empat kali. Dan pada tengah malam, dirikan shalat hajat atau shalat tahajud guna mendapatkan ridho Allah agar bisa menguasai ilmu ini. Mantra cukup dibaca tiga kali saja.
3. Mantra yang harus dilafadzkan, adalah:
Bismillahirrahmannirrahim.
Bayu mulur, bayuku si sabdo geni,
Bayuku si sabdo joyo,
E … gedene sak lengenku,
Ramuh siro tangio.
4. Setelah puasa selesai, buatlah upacara syukuran berupa nasi tumpeng dan ingkung ayam untuk dimakan bersama keluarga.
5. Pada saat hendak senggama, baca Shalawat Nabi tiga kali dan mantra cukup sekali, lalu, tiupkan pada penis. Dan ajian ini akan semakin menyatu bila seusai shalat Maghrib dan Subuh dibaca masing-masing tiga kali dalam satu tarukan nafas.
Sementara, ritual Ajian Pengiket Sukma adalah sebagai berikut:
1. Lakukan puasa sunnah selama tiga hari, yang dimulai pada hari Selasa atau hari Kamis dengan niat untuk mendapatkan ridho Allah agar dapat menguasai Ajian Pengiket Sukma.
2. Puasa dijalankankan tanpa putus. Usai mendirikan shalat Maghrib dan Subuh, ajian ini dibaca tiga puluh tiga kali. Dan pada tengah malam, dirikanlah shalat hajat atau tahajud guna memohon ridho Allah agar bisa menguasai ilmu ini dengan sebaik-baiknya.
3. Adapun mantra Ajian Pengiket Sukmo, adalah:
Bismillahirrahmannirrahim.
Idzkola Yusufi li aabadi inii,
Ro’aitu ahada asyara,
Kaukabau wasy syamsa wa ummi …,
Ro’aituhum lisaajidin.
4. Seusai puasa, buatlah acara syukuran berupa nasi tumpeng dan ingkung seekor ayam untuk dimakan bersama keluarga.
5. Seyogyanya, ajian ini dibaca setelah ajian di atas diucapkan. Dan untuk menggunakan ajian ini cukup membaca shalawat nabi tiga kali dan manteranya sekali. Kemudian tiupkan pada penis. Ajian ini akan menyatu bila selalu dibaca tiap hari seusai mendirikan shalat Maghrib dan Subuh sebanyak tiga kali dalam satu tarikan nafas.
Demikian dua ajian yang merupakan satu paket kesatuan tak terpisahkan untuk kelanggengan hidup berumah tangga. Semoga bermanfaat.

Label: , , , , , ,

AJI BAYU BAJRA

“Pamuji rahayu.., monggo Ki dipun lanjut ilmunipun … kulo suwun upami mboten awrat penggalih, dipun wedar ngilmu aji maruta…, supaya saya kalu bepergian jauh ndak usah naik kendaraan Ki.. ngirit ongkos hehehe…maklum bensin mahal, aftur juga mahal…,naik piet onthel ga tekan tekan je….hehehe..kesuwen. nyuwun jembaring penggalih pangapunten.matur sembah nuwun. salam sihkatresnan, Rahayu….

Sebagai rasa hormat saya kepadanya sekaligus untuk nguri-uri kebudayaan lokal yang kaya dimensi dan penuh dengan kearifan, maka pada kesempatan ini akan dibeber soal ilmu aji bayu bajra yang serupa dengan aji maruta.

Sekitar tahun 80-an di kawasan selatan gunung Semeru, perbatasan Kabupaten Lumajang-Malang, Jatim di hutan lindung yang lebat masih banyak menjumpai orang-orang yang memiliki ilmu/Aji Bayu Bajra. Mereka pating gleber seperti burung. Hinggap (Menclok) dari pohon yang satu ke pohon yang lain. Persis seperti di film-film silat. Yang membedakan adalah saat kita dekati, mereka akan menjauh dan sama sekali tidak ingin identitasnya diungkap.

Suatu ketika dalam sebuah maneges, saya menjumpai seseorang pemilik ajian bayu bajra di wilayah itu. Duduk bersila di sebuah batu besar di tengah sungai mengalir gemericik. Saya mencoba menyapanya dengan salam. Dia tidak menjawab. Baru ketika saya mencoba untuk menggunakan bahasa tubuh yang artinya bahwa saya ingin bercakap-cakap dengannya, maka dia akhirnya memberi isyarat. Jari telunjuknya ditempatkan di depan mulut. Matanya memandang santun dan lembut mata saya. Sebuah sorotan yang sejuk namun tegas dan berdaya.

Batin saya langsung membaca ini orang waskita yang tidak sembarangan: dia sedang maneges kepada Gusti. Belum sempat saya meneruskan komunikasi dengan bahasa tubuh yang lain, dia langsung meloncat ke sebuah pohon yang rimbun dan meneruskan melompat ke pohon yang lain. Hingga akhirnya hanya gerakan-gerakan dedaunannya saja yang terlihat. Orang waskita itu pun menghilang.

Saya hanya berujar: Selamat jalan, hamba Gusti Allah yang waskita ….

Orang yang bisa terbang atau meloncat dari dahan yang satu ke dahan yang lain ini bagi para leluhur tanah Jawa adalah soal yang mudah. Gaya hidup keseharian para leluhur yang dekat bahkan menyatu dengan alam membuat mereka mampu menemukan ilmu/aji yang beraneka rupa. Hobi para leluhur yang gentur olah rasa/batin, menggunakan ilmu titen untuk membaca fenomena alam dan gemar mempersatukan diri dengan semua jenis kekuatan (fisik dan metafisik) membuat mereka digdaya.

Para leluhur tidak perlu membeli handphone dan SMS untuk menghubungi para sedulurnya. Mereka juga tidak bisa menggunakan email atau facebook untuk saling curhat. Dari keterpisahan jarak dan waktu, mereka menggunakan kemampuan intuisi untuk saling berkomunikasi (orang sekarang menyebut telepati). Namun, bila dirasa sangat 'urgent 'untuk bertemu dengan sedulurnya, mereka akan berjalan kaki atau menggunakan kuda sebagai alat transportasi. Segelintir leluhur lain yang waskita akan menggunakan ajian Sapu Jagad dan Bayu Bajra untuk bepergian jarak jauh.

Aji Bayu Bajra mensyaratkan agar penggunanya sudah memiliki kedewasaan mental spiritual. Ia haruslah orang yang sudah “berumur” dan tidak ingin menonjolkan diri lagi di depan publik. Dia sepi ing pamrih rame ing gawe. Tubuh fisiknya bisa seringan kapas karena dia tidak lagi diliputi nafsu keduniawian sedikitpun sehingga yang ada dalam hidupnya hanyalah menunggu titah-Nya saja. Jiwa yang masih “berat” condong ke dunia, mustahil memiliki ilmu ini dengan seempurna.

Para pemilik ilmu ajian ini adalah orang yang sangat pendiam. ‘Tapa meneng’ dan hanya boleh berbicara bila sangat terpaksa. Satu dua kalimat pun harus diucapkan dengan bijaksana. Yakni untuk menyampaikan ajaran-ajaran kebajikan yang menjadi tanggungjawab besarnya di dunia. Laku prihatin dan hidupnya harus bisa diteladani oleh orang yang pernah melihat dia walau hanya sekelebat.

Matra untuk matek Aji Bayu Bajra diingatnya di luar kepala. Itu mencerminkan jiwanya yang bebas seperti burung….
Mantranya adalah:

“Hong Wilaheng,Ingsun amatak ajiku si aji Bayu Bajra.

Putune Bayu Bajra, yo aku.
Sing duwe angkoso, sing duwe langit,
sing duwe awang-awang.
Aku mabur koyo manuk,
Kemlebat koyo alap-alap.
Mabur koyo bidho kang ora nate kesel.
Mabur……burrr!.
Maburku luwih banter tinimbang angen-angen...”.

Itulah mantra yang dibaca oleh hamba Gusti Allah yang pernah saya jumpai di kawasan selatan gunung Semeru yang kini entah ada di mana.

Label: , , , , , ,

Aji Mahkota Alam

Ilmu ini berasal dari seorang habib di Singapura bernama Habib Nur Palmer dan wasilah ilmu khodam Syekh Abdul Qodir Jaelani. Ilmu ini termasuk jenis ilmu kanuragan versi hikmah tenaga dalam tingkat tinggi yang dapat diperoleh hanya dengan pengijasahan khusus dari orang yang benar-benar menguasi ilmu pamungkas/kunci ilmu ini. Penulis sendiri mendapatkan ilmu ini dari seorang Kyai sepuh di daerah Lereng Sindoro bernama Kyai Armyn dayam Afandi. Besar harapan saya agar dapat dijalankan dengan baik dan bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
Syarat Penguasaan agar lebih berdaya guna.
1.Suci hati, yakni mulut bergerak tapi hati dan pikiran tidak melayang kemana-mana.
2.Bersungguh-sungguh dan ikhlas.
3.Berprasangka baik pada Allah SWT.
4.Tidak berdoa untuk perkara yang dilarang atau mustahil, seperti berdoa agar diberi uang sekarung langsung ada dihadapannya.
5.Menghadap kiblat dengan perasaan takut dan rendah diri.
Dasar Pengijasahan:
“Seseorang diberi ilmu oleh Allah kemudian ia menyembunyikannya maka Allah akan mencambuknya pada hari kiamat dengan cambuk dari api”. (HR. Dailamy).
“Dan ingatlah ketika Allah mengambil janji dari orang-orang yang telah diberi kitab, hendaklah kamu menerangkan isi kitab (ilmu) kepada sesama dan janganlah menyembunyikannya” (QS: Ali Imron 187)
Tata cara ritual Aji Mahkota Alam :
–*Illa hadroti Al Faatihah Kepada Syekh Abdul Qodir Jaelani 1x
–*Illa hadroti Al Faatihah Kepada alim ulama yang masih hidup maupun yang telah wafat 1x
–*Illa hadroti Al Faatihah Kepada wali sembilan di tanah Jawa 1x
–*Illa hadroti Al Faatihah Kepada kaum muslimin dan muslimat 1x
–*Illa hadroti Al Faatihah Kepada malaikat mughorobin 1x
–*Illa hadroti Al Faatihah Kepada Kedua Orang tua 1x
–*Illa hadroti Al Faatihah Kepada hajat kita 1x
Ritual pokok harus dijalani 7 hari berturut-turut tidak boleh putus, apabila putus diulangi dari awal lagi.
Waktu ritual adalah sehabis sholat Isya dan harus sholat Isya terlebih dahulu, disarankan antara pukul 22.30 – 02.00 wib, tapi pada dasarnya waktunya bebas asalkan sehabis sholat Isya’.
Bacaan pokok.
1.Baca Surat Al Faatihah, 3 kali.
2.Surat Al Issra ayat 81.
“waqul jaa al haqqu wadzahaqolbaathil, innalbaathila kaanadzahuuqoo” 3x.
1.Subhanallahi wal hamdulillah, walaa illa ha illallah wa allahu akbar, 3 kali
2.Hasbunalloh wanimal wakil ni’mal maula wani’mal nasir 3x
3.Surat Al Ikhlas, 3 kali.
1.Berdoa angkat tangan.
Bunyinya:
Ya Alloh, sibukkanlah anggota tubuh kami siang maupun malam, kapanpun dan dimanapun, selalu mengingatmu. Ya Alloh berikanlah kami kebahagiaan, ya Alloh berikanlah kami rizki, ya Alloh berikanlah kami keselamatan dan keteguhan iman. Ya Alloh masukkanlah kekuatan Aji Mahkota Alam ke dalam darah daging jiwa dan raga hamba, dan bukakanlah daya gaib hamba. Kun kau berkata kepadaku, fayakun terjadilah kepadaku. Amin ya robbal ‘alamin
Kemudian baca wirid di bawah ini (Harus Hafal).
1.a’uu dzubillaa himinasysyaithoo nirrojiim (Ta’awudz), 7 kali.
2.Bismillaahirrohmaanirrohiim (Basmallah), 7 kali
3.Asyhaduallaa illahaillaullooh, wa asyhaduanna muhammadarrosuululloh (Syahadat), 7 kali
4.Asthoghfirulloohal’adziim (Istighfar), 101 kali
5.Shollalohu alla Muhammad (Sholawat), 101 kali
6.Laa illaaha illaulooh (Tahlil), 101 kali
7.Lahaula walaa quwata illa bila hil ‘aliyil’adziim, 101 kali
8.Ya Alloh Ya Qodim, 101 kali
9.Berdoa,
Robbanaa laatuziq quluubanaa ba’da idz hadaitana, wahab lanaa miladunka rohmatan innakaa anta wahaab. 3x
Amiin yarobbal alamiin.
Keterangan.
Untuk dzikir kepala dan badan gerakkan ke kanan dan ke kiri dengan khusyuk. Untuk proses pemasukan energi mahkota alam dan penyelarasan dengan pendamping gaib secara otomatis.
Bacaan kunci penggunaan
1.a’uu dzubillaa himinasysyaithoo nirrojiim (Ta’awudz), 1 kali.
2.Bismillaahirrohmaanirrohiim (Basmallah), 1 kali
3.Asyhaduallaa illahaillaullooh, wa asyhaduanna muhammadarrosuululloh (Syahadat), 1 kali
4.Asthogfirulloohal’adziim (Istighfar), 3 kali
5.Shollalohu alla Muhammad (Sholawat), 3 kali
6.Laa illa ha illaulooh (Tahlil), 3 kali
7.Doa “Ya Allah saya mohon … (sebutkan energi yang diinginkan), perantara, tujuan,waktu.
8.Lahaula walaa quwata illa bila hil ‘aliyil’adziim, 3 kali
Ciri-ciri masuknya Aji Mahkota Alam:
-Hati lebih tenang dan punya keberanian.
-Wajah lebih bersinar
-Tidak mudah lelah
-Tubuh merasa hangat atau dingin
-Melihat bayangan gaib, terkadang mendengar suara-suara gaib yang jauh.
Tapi walaupun tidak merasakan hal diatas aji mahkota alam tetap masuk dan siap untuk bekerja untuk anda.
Sebagian ilmu bereaksi otomatis. Seperti:
-Orang benci jadi sayang
-Lebih berwibawa
-Kebal senjata tajam dan pukulan (keselamatan)
-Mata batin lebih peka
-Banyak orang akan lebih dekat, sehingga mempermudah dalam segala hal.
-Diberi jalan kemudahan untuk segala hal.
-Menetralisir hawa negatif secara otomatis.
-Insya Allah dapat memperoleh bisikan gaib petunjuk untuk menyelesaikan masalah diri sendiri maupun orang lain

Label: , , , , , ,

AJI JAYA BRAMA

Kekuatan mantera ini adalah untuk mendinginkan panasnya api. Hal ini dibuktikan oleh para empu ketika mereka tengah membuat berbagai tosan aji.

Babad tanah Jawa menyuratkan, khususnya Empu tertentu yang pernah berjaya pada zamannya, terkadang mereka membuat sebilah tosan aji hanya dengan tangan telanjang. Dengan kekuatan triwikrama, atau penggabungan kekuatan rasa, pikir dan raga — mereka memindahkan panas matahari kepada bilah yang ada di tangannya. Usai itu, mereka langsung membentuk bilah itu hingga menjadi sebuah tosan aji. Hal ini tampak dengan jelas pada berbagai bentuk tosan aji yang dibuat oleh Empu Sombro. Di mana pada bilahnya selalu mempunyai ciri yang khas, pijatan jari. Kesaktian para Empu ternyata tak dapat dibuat main-main. Dari sekian banyak Empu yang ada di nusantara, salah satunya adalah Empu Gandring. Empu yang satu ini begitu legendaris. Ia telah mengutuk Ken Arok dengan tujuh keturunannya mati akibat keris yang dipesannya sendiri. Konon keris yang satu ini mempunyai pamor yang dikenal dengan sebutan sangga mayit. Pamor yang begitu haus darah.

Olah batin yang demikian tinggi tampaknya begitu dikuasai oleh para Empu pada zamannya. Betapa tidak, panasnya besalen (tempat yuntuk membakar besi) dan banyaknya pukulan pada bilah yang membara di atas paron (alat untuk menempa besi) benar-benar diperhitungkan dengan amat teliti. Menurut para ilmuwan, untuk membakar sebuah besi dan sekaligus mencampurnya dengan pamor diperlukan suatu tingkat panas yang demikian tinggi — agaknya, karena berkaitan dengan bidang kerjanya itulah maka para Empu memiliki suatu ilmu khusus yang mampu menjinakkan panasnya api.
Kesaktian atau daya luwih dari salah seorang Empu tampak dengan jelas ketika Raja Airlangga meminta Empu Baradah untuk membagi kerajaan Kediri menjadi dua bagian. Maksudnya tak lain, agar tidak terjadi perebutan di antara kedua puteranya. Dengan membawa sebuah kendi yang berisi air, ia terbang di atas kerajaan Kediri. Ajaib, kucuran air itu berubah menjadi anak sungai. Kerajaan Kediri pun terbelah menjadi dua, Daha dan Jenggala.
Untuk menjinakkan panasnya api, biasanya para Empu membentengi dirinya dengan ajian Jaya Brama. Ilmu ini tergolong ilmu sepuh (tua) yang sangat dirahasiakan. Seiring dengan perkembangan zaman, pada akhirnya ilmu yang satu ini banyak ditekuni oleh para pandai besi. Maksudnya tak lain, agar di dalam bekerja mereka mampu meredam panasnya sengatan api yang ke luar dari besalen.
Walaupun zaman sudah memasuki era Millenium, namun kehebatan ilmu ini tak pernah berubah sejauh kita mampu melakukan ritual sebagaimana yang dilakukan oleh para Empu pada masa lalu. Karena mantapnya suatu ilmu tergantung dari keyakinan kita di dalam mengamalkannya. Walau ilmu itu terkesan sepele, tetapi jika kita yakin di dalam mengamalkannya maka akan dapat membuat sesuatu yang mustahil bisa saja terjadi. Itulah ilmu gaib. Oleh karena itu, kehebatan aji Jaya Brama akan dapat sebagaimana yang kita harapkan jika kita mau mengamalkannya dengan keyakinan penuh.

Bagi pembaca yang penasaran ingin mengetahui ritual dalam mendalami ajian ini haruslah menjalani persyaratan sebagaimana yang tertera di bawah ini :
- Mandi keramas sebelum melakukan puasa mutih.
- Melakukan puasa mutih selama 7 hari 7 malam.
- Patigeni satu hari satu malam.
- Saat berbuka puasa, diwajibkan makan nasi goreng dengan
lauk-pauk serba digoreng.
- Selama melakukan puasa dan patigeni tiap malam mantera dibaca
133 kali.

Adapun mantera yang harus dihafalkan adalah sebagai berikut :
“Ingsun amatak ajiku Jaya Brama,
kadadeyanmu kawah abang,
kuthane tembaga,
bala pitung ewu,
padha reksanen aku,
teguh rahayu,
atutup nabi akancing Allah,
pandhito jaya wali sanga,
iku jenenging urip,
kang mengku jenenging liyan
tak obah kabeh,
Dayaqauwati andaiid asri muliin”.
Demikian kajian tentang aji Jaya Brama yang banyak digunakan oleh para empu maupun para pandai besi di dalam membuat tosan aji dan senjata tajam lainnya. Penulis berharap semoga bahasan ini bisa menambah wawasan pembaca di dalam perbendaharaan ilmu gaib maupun ilmu kedigdayaan.

Label: , , , , , ,

AJI ASMORO WENGI

Pada hari ke 100 ilmu pelet ini akan bereaksi. Pelet ini mampu menggugah sukhma sejati dari si dambaan hati….

Biasanya, sistem kerja ilmu pengasih atau pemikat adalah mempengaruhi alam bawah sadar dari orang yang dituju, sehingga bila terkena panah pengasih. Biasanya orang yang dituju seakan lupa akan jati dirinya. Dia akan mengikuti saja kemauan orang yang menyarangkan kekuatan pelet dalam bawah sadarnya.
Kendati begitu, aji pengasihan Asmoro Wengi sedikit berbeda. Sistem kerjanya bukan mempengaruhi alam bawah sadar dari orang yang dituju, melainkan hanya menggugah sukhmo sejati atau roh suci dari orang yang dimaksud agar tergugah rasa kasihnya.

Yang paling menarik, kesadaran dari orang yang terkena panah kasih Asmoro Wengi 100 persen murni. Begitu juga alam bawah sadarnya, sama sekali tidak berpengaruh. Yang timbul dari lubuk hatinya yang paling dalam hanyalah kasih yang suci. Kekudusan kasih dan kesadaran penuh dari seseorang untuk mencintai, adalah hal yang sebenarnya amat didamba oleh tiap insan. Dan untuk yang satu ini, hanya aji pengasih Asmoro Wengi yang sanggup merenggutnya, jika memang orang yang Anda cintai sebelumnya mangkir dari hasrat kasih Anda.

Tata cara mengamalkan ilmu ini memang tergolong rumit serta memerlukan kesadaran dan kesabaran yang tinggi. Bila seseorang akan mengamalkan ajian Asmoro Wengi guna memanah sukhma suci wanita idamannya, maka ia harus melakukan hal-hal sebagai berikut:
* Sore hari siapkan air satu ember. Masukan bunga lima macam yang biasa disebut dengan istilah bunga liman. Dan tuangkan minyak Zafaron kurang lebih 10 cc. Gunakan untuk mandi keramas atau siram jamas. Tujuan mandi ini untuk mensucikan sukma dan membersihkan raga guna merangsang terpancarnya aura tubuh. Sehingga mantera yang diamalkan mempunyai kekuatan penuh.
* Setelah selesai mandi, sejak detik itu, selama tujuh hari dilarang memakan yang berasal dari binatang bernyawa. Dan juga dilarang melakukan hubungan seksual.
* Bila tengah malam tiba, keluarlah dan berdoa di tempat yang tidak tertutup oleh buatan tangan manusia. Berdoa di alam terbuka. Doa ini dilakukan selama tujuh hari; pada waktu dan jam yang sama dan selama berdoa tidak boleh ada yang lowong. Bila ada yang lowong berarti mengulang dari awal lagi.

Sedangkan mantera yang harus dibaca adalah:
Bismillahirrohmannirohim.
Sukhma mulya sifat langgeng,
Urip sejati wasesa, sejati kun paya kun,
Tengah wengi, telenging ratri,
Sun anggugah sukhma suci tali ari,
jabang bayine … (sebut nama 7 kali, sambil menahan nafas dan membayangkan wajahnya).
Teka sujud sumuyud ndeleng rupaku,
Manut sak pangucapku,
Tresna lulut asih kasmaran,
Ya kepareng-kepareng saking Karsaning Allah.

* Bila sudah selesai jejakkan kaki kanan ke tanah sebanyak tiga kali. Dan perlu diingat, dalam berdo’a tidak boleh memakai alas kaki. Kaki harus menginjak tanah. Sebab sistem kerja dari ilmu ini lewat bumi.

Jika dalam tujuh hari, seseorang berhasil lolos dalam mengamalkan ilmu yang satu ini, Insya Allah, paling lama seratus hari maka si dia akan jatuh dalam pelukan. Dan yang perlu menjadi perhatian adalah, bagi pengamal ilmu ini, yang jatuh cinta bukan hanya si dia saja tetapi sukhma sejati si pengamal juga akan tergugah. Dengan kata lain, kedua-duanya saling tergugah asmaranya. Itulah sebabnya, aji Asmoro Wengi jangan sekali-kalki dibuat main. Karena akibatnya bisa fatal!

Label: , , , , , ,

AJI CIPTO GUMONO

Dengan ilmu ini siapa pun bisa melakukan kontak dengan roh leluhurnya….

Alam gaib sampai saat ini masih merupakan misteri yang belum tersingkap secara tuntas. Kalaupun ada orang-orang tertentu yang mengaku pernah ke alam itu, atau hanya mengaku pernah menginjak alam tersebut, tetapi hal itu hanyalah sebatas nukilan pengalaman peribadi yang belum tentu benar seratus persen. Bisa saja si pelaku bermimpi atau berhalusinasi. Lebih dari itu, mungkin benar, ada orang tertentu yang telah bertandang ke alam gaib.
Lewat jasa paranormal atau ilmu-ilmu tertentu, banyak orang yang ingin membuktikan keberadaan alam gaib. Di daratan Eropa dan Amerika, banyak pula ahli yang mencoba mengungkapkan keberadaan alam ini dengan teknologi ala kadarnya yang berhasil mereka ketemukan. Kendati begitu, kemisteriusan alam gaib tetaplah menjadi sebuah misteri yang membutuhkan waktu sangat panjang untuk menuntaskannya.

Di sela peradaban yang semakin canggih, banyak orang yang semakin penasaran, berkeinginan menyingkap tabir gaib alam halus tersebut. Salah satu ilmu kadigdayaan yang dipergunakan untuk menembus alam gaib, khususnya berkenaan dengan roh, sesungguhnya telah diciptakan leluhur kita sejak jaman Majapahit. Hal ini dapat dilihat dari kata-kata sakti manteranya yang masih menggunakan bahasa Kawi campuran.
Nama ilmu tersebut adalah Ilmu Cipto Gumono. Konon dulunya dimiliki sang Prabu Sri Mapanji Jayabaya yang bertahta di negeri Mamenang. Setelah itu ilmu ini dimiliki oleh Ki Buto Lotoyo, murid Prabu Jayabaya dari bangsa jin atau biasa disebut Prabu Merosupatmo. Setelah Merosupatmo hilang, diwariskan ke Prabu Dandang Gendis di Singasari. Dan kemudian turun-temurun diwarisi raja-raja Majapahit.
Sewaktu Majapahit mengalami keruntuhan, ilmu ini lari dari tembok Istana, yang dibawa kabur putra-putra Majapahit. Dan entah bagaimana perjalanannya ilmu Cipto Gumono ini akhirnya dimiliki oelh Raden Mas Kongso Curigo, darah biru dari Surakarta.
Ilmu Cipto Gumono ini pada jaman dahulu biasa dipergunakan untuk komunikasi dengan roh karuhun (leluhur). Tapi sekarang ada pergeseran, Ilmu Cipto Gumono biasa dipergunakan untuk menelusuri garis keturunan yang telah hilang, dengan cara menghadirkan roh karuhun yang telah lama hidup di alam keabadaian.

Agar pembaca tidak penasar, inilah mantera sakti Ilmu Cipto Gumono yang keramat tersebut :

SHANG HYANG CIPTO GUMONO
RAWUHNO SEJATINING ……(Roh Yang Dikehendaki)
KANG APEROJO HING SONGGOBUONO
RAWUH, RAWUH, RAWUH
MIJIL ONO ING PANGARSANINGSUN.

Lakunya
Laku yang diperlukan untuk menyatukan mantera sakti Ilmu Cipto Gumono ini adalah dengan cara sebagai berikut :
1. Laku dimulai pada hari Rabu Pon, Kamis Wage, Jum’at Kliwon (selama tiga hari) dengan cara mutih
2. Sebelum mutih mandilah siram jamas sesuci pribadi dengan menggunakan bunga liman (lima macam) dan airnya dicampur minyak Arab Zakfaron sebanyak 10 cc. Gunakan untuk meramas.
3. Setelah tiga hari mutih selesai, ditambah dengan pati geni yaitu berdiam diri di kamar tanpa ada penerangan lampu dan tidak makan minum. Tenangkan diri, tengah malam baca mantera sakti tersebut sebanyak tiga kali.
4. Kalau ingin menggunakan mantera tersebut untuk keperluan lain lagi, laku mutih tidak perlu dilakukan. Cukup berdiam di kamar yang sepi, baca mantera tersebut.

Dengan kebersihan jiwa dan kesungguhan tekad, maka akan hadir roh karuhun yang Anda kehendaki dan akan memberi wejangan atau petuah yang Anda butuhkan sesuai kemampuan roh karuhun tersebut. Tapi ingat, jangan sampai ilmu digunakan untuk suatu tujuan yang sesat dari jalan Tuhan.

Label: , , , , , ,

AJI LIUNG GAIB

Dengan mengamalkan ajian ini kita mampu menaklukan makhluk halus dan kebuasan hewan….

Sebut saja sumber berita ini dengan nama paman Hadi. Sekarang usianya sudah menginjak setengah abad lebih. Hidupnya sangat sederhana dan jauh dari kehidupan duniawi. Ketika masih muda ia suka sekali mengembara ke hutan, gunung dan berguru kepada orang-orang pintar. Entah sudah berapa hutan dan gunung angker yang ia tundukkan.
Paman Hadi memang seorang petualang, seperti layaknya pendekar-pendekar di masa lalu. Bagaimana ia selamat masuk ke hutan dan gunung yang angker baik dari gangguan makhluk halus maupun roh-roh jahat? Menurutnya semua ini adalah karena suatu ilmu Kedigjayaan yang diamalkannya. Ilmu ini merupakan peninggalan nenek moyang pada abad ke-7, tepatnya zaman kerajaan Kalingga yang pada waktu itu rajanya dipimpin oleh seorang ratu yang adil bernama Ratu Sima. Sang Ratu mendapatkan ilmu itu dari seorang pertapa sakti pada zamannya.

Bagaimana dengan Paman Hadi? Ketika masih muda Paman Hadi mendapatkan ilmu tersebut dari seorang kakek yang bernama kakek Asma yang tinggal di desa Adisara, sebuah desa di kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Menurut pengakuannya, sekarang kakek Asma telah meninggal dunia.
Bersumber dari Paman Hadi, rubrik Kedigjayaan kali ini akan memaparkan Aji Kyai Liung Ghaib. Paman Hadi sendiri sudah membuktikan keampuhan aji tersebut. Menurutnya, ketika ia mengembara ke gunung Slamet di Jawa Tengah semua hewan buas yang menghadang atau berada di hadapannya seolah-olah tidak tahu bahwa ada manusia yang tengah lewat. Harimau, ular besar dan kera yang jumlahnya banyak sekali yang ia temui, ketika bertemu dengannya hanya diam saja. Bahkan ia pernah kesasar ke pasar makhluk halus penghuni hutan gunung Slamet. Aneh, tak satupun dari makhluk tersebut yang melihatnya.
Kisah lain berkaitan dengan kehebatan Aji Kyai Liung Ghaib dipaparkan pula oleh paman Hadi. Menurutnya, pada waktu ia ikut bertempur melawan Belanda, tak seorang pun dari sekian banyak serdadu Belanda yang tahu akan kehadirannya. Padahal ia sudah ada di dekat orang-orang Belanda itu.
Menurut Paman Hadi mantra aji Kyai Liung Ghaib ini termasuk langka dan ampuh. Dan jika dibaca ketika akan ada bahaya atau masuk ke hutan besar yang terdapat hewan buas, jin dan setan, maka meraka tidak akan ada yang berani mengganggu.

Berikut ini kami sajikan mantra Aji Kyai Liung Ghaib:
“Bismilahirrohmanirrohiim
Niat ingsun matak ajiku Kyai Liung Ghaib,
Awang-awang uwung-uwung,
Sadurunge bumi langit durung ana,
Lungguhku pinuju sawung,
Panguwasane sepi ing awakku,
Rame ing kona-kono,
Ya ingsun kang kalimputan dening dzate Gusti Allah,
Sakabehing niyat ala tan tumama,
Amiin.”

Syarat-syarat lelaku untuk aji ini adalah sebagai berikut:
- Harus berperilaku jujur dan suci.
- Puasa mutih selama 7 hari diakhiri dengan pati geni sehari semalam tidak makan dan minum.
- Selama puasa mantra dibaca 7 kali setiap malamnya.
- Mulai puasa hari Kamis dan diakhiri pada hari Jumat. (Pasarannya terserah kita).
Setelah syarat-syarat tersebut terpenuhi dan terlaksana, maka ketika akan diperlukan mantra Aji Kyai Liung Ghaib tersebut cukup dibaca sekali saja. Insya-Allah Anda selamat dari gangguan makhluk halus dan hewan buas.

Demikianlah pemaparan ilmu Kedigjayaan Aji Kyai Liung Ghaib yang merupakan peninggalan masa lampau yang harus kita lestarikan keberadaannya. Semoga menambah perbendaharaan pengetahuan Anda seputar pengetahuan klasik masa lampau.

Label: , , , , , ,

Aji Awet Muda

Siapa yang tak ingin tampil muda dan mempesona? Dengan mengamalkan Aji Panji Anom Sumunar Anda mungkin akan mendapatkan solusinya….

Sejak zaman dahulu kala manusia, baik pria maupun wanita selalu mendambakan bagaimana caranya agar mereka senantiasa kelihatan awet muda. Bahkan kalau dapat; “Tampak lebih muda daripada usia sebenarnya”.
Dalam zaman modern dengan ilmu teknologi yang sudah serba canggih, keinginan seperti itu masih mendominasi pemikiran banyak orang, terutama wanita. Karena menginginkan agar tetap awet muda, mereka tidak segan-segan mengeluarkan uang dari koceknya dalam jumlah yang tidak sedikit. Caranya ialah dengan menjalani operasi Plastik di dalam maupun luar negeri. Ada pula yang mengkonsumsi obat-obatan tertentu, atau menjalani latihan-latihan khusus untuk kebugaran tubuh.

Berkaitan dengan keinginan untuk awet muda ini, nenek moyang kita zaman dahulu telah menemukan banyak rahasia. Di samping dengan menggunakan berbagai jenis ramuan dan rempah-rempah, mereka juga telah menciptakan sejenis amalan sugestrif berupa mantera yang kemudian dikenal dengan nama Aji Panji Anom Sumunar.

Untuk menambah wawasan pembaca tentang rahasia Aji Panji Ajom Sumunar tersebut, berikut cara ritualnya:
“Sallalahu ‘alaihi wassalam, panji anom sumunar,
Telaga kal-kausar asung banyu sejati,
Sun siramake sepisan,
Mancur guwayaku kaya srengenge,
Ping Pindo kaya rembulan,
Ping telu murub cahyaku pindo lintang cahya,
Sumunar byar, mencorong cahyaku,
Guwayaku mencorong resik,
Sang hyang kamajaya (utk. pria) kalau untuk Wanita
sang Dewi Ratih manjing ana ing badan saliraku,
Awet anom salawase,
Wong sak buwana asih karo aku,
Saka kersaning Allah,
Laillaha ilallah Muhammadu Rasulullah”.

Syarat lelakunya:
Puasa mutih 3 hari 3 malam dimulai dari Selasa Kliwon. Selama menjalani laku, tiap hari mandi kramas 7 kali. Setiap kali mandi mantranya dibaca 3 kali berturut-turut.
Cara mengamalkannya:
Setalah usai lelaku mantra dibaca bila akan mandi pagi dan sore. Mandi pagi sebelum matahari terbit dan mandi sore sebelum matahari terbenam. Jika tekun melakukannya, Insya Allah akan Anda rasakan pengaruhnya.

Label: , , , , , ,

Aji Tirta Kanoman

Aji Tirta Kanoman hampir sama khasiatnya dengan Aji Panji Anom Sumunar. Artinya, ajian ini pun berguna untuk awet muda dan tampil lebih menawan. Cara-cara mengamalkannya pun hampir sama dengan Aji Panji Anom Sumunar.


Berikut ini mantranya :
“Bismillahi rokhmani rokhiem,
Telogo manik tirta Kanoman,
Asung tirta sejati,
Kinclong-kinclong wening gandawangi,
Sun siramake saliraku,
Guwayaku mencorong resik,
Sun Siramake kepindo,
Mencorong guwayaku pindo rembulan purnomo,
Byar cahyaku mencorong pindha lintang panjer rino,
Badan saliraku awet enom salawase,
Katresnan wong sabuwono,
Asih saking kersaning Allah,
Laillaha illallah Muhammadu Rasulullah”.

Syarat lelakunya:
Puasa mutih 3 hari 3 malam, dimulai Selasa Kliwon. Selama laku, setiap hari mandi kramas 7 kali. Setiap mau mandi sebelumnya membaca mantranya 3 kali.
Cara mengamalkannya:
Selesai lelaku, setiap hari hendak mandi membaca mantra tersebut satu kali saja. Tetapi usahakan mandinya pagi sebelum matahari terbit. Dan sorenya mandi sebelum matahari terbenam.
Biasanya sebelum melakukan puasa macam apa saja kita diwajibkan untuk mandi kramas terlebih dahulu. Doa mandi kramas adalah sebagai berikut:
“Niatingsun adus resik angresiki kotoraning awak saha batin krana Allah Ta’ala.”
Setelah mandi kramas dan membaca doanya, baru membaca mantra puasa mutih sebagai berikut :
“Niatingsun puasa mutih, mutihaken awak kang reged, putih kaya bocah mentas lahir, dipun ijabahi Gusti Allah.”

Label: , , , , , ,

AJI MAHESA KRODHA

Ketika musuh berhadapan, sekonyong-konyong menjadi lunglai tanpa daya. Itulah kehebatan ajian ini….

Aji Mahesa Krodha, dulu acapkali dijadikan piandel para pemimpin atau senopati perang ketika berhadapan dengan musuh di medan laga. Tokoh-tokoh yang ditengarai memiliki ajian sakti ini seperti Untung Suropati, Joko Tingkir, juga Alibasyah Sentot. Ajian ini memang mempunyai daya linuwih yang luar biasa karena merupakan perpaduan antara dzikir dan ilmu kanuragan tingkat tinggi.
Ketika musuh berhadapan, sekonyong-konyong menjadi lunglai tanpa daya. Seluruh aji kekuatan yang dimiliki tiba-tiba sirna lantaran kalah wibawa dengan pancaran gaib Mahesa Krodha.
Diam-diam di zaman modern ini banyak orang yang berburu ajian ini. Tapi sayang cuma sedikit yang berhasil kuat memilikinya secara sempurna. Hal itu akibat dari khodam ilmu ini yang hanya berpihak pada orang-orang yang berkarakter tabah dan sabar. Sementara manusia yang berjiwa arogan (sombong, mudah marah dan sok takabur) bisa-bisa justru termakan ajiannya sendiri.

Sesuai dengan namanya, Mahesa berarti kerbau, dan Krodha berarti marah atau mengamuk. Secara filsafat jika ajian ini digunakan sikap seseorang bak kerbau yang mengamuk. Kerbau sendiri secara filosofi merupakan binatang yang bertemperamen tenang, suka kerja keras, sabar dan tak mudah marah. Namun jika terusik harga dirinya, kemarahan seekor kerbau akan sulit terkendalikan.
Para pemimpin atau petualang biasanya cocok memiliki ilmu Mahesa Krodha sebagai senjata pamungkas membela diri atau menolong orang lain yang lemah teraniaya.
Mahesa Krodha termasuk jenis “ilmu putih” yang berwahana luhur. Orang yang punya ajian ini wajib dibarengi dengan laku ibadah secara sempurna.
Dengan demikian ajian ini punya daya karomah dari Allah secara langsung. Dan orang-orang yang kurang dekat dengan Tuhan tidak akan memperoleh kekuatan prima dari ajiannya itu.
Adapun bunyi rapalannya sebagai berikut :
Bismillahirromannirrohiim
Sun matek ajiku Mahesa Krodha, petak bumi tunggul manik kalimosodl. Sakabehing jagad padha kasat nyawiji ing manikmaya,
tumungkul ing telenging samodra sukma ya aku Mahesa Krodha, kang jumangkah rineksa sakbehing kodrattullah,
para nabi dalah para wali,
kawrangkanan malaikat sayuta.
Kabeh gawe wuleting kulit,
daging lan ototku,
gawe stosing braja balungku,
tan kena tinatas tan kena tinebas sakabehing pusaka,
ya jalaran aku dzat kang kasat,
kang ngratoni sakabehing sekti.
Lumpuh luruh sampyuh kowe para musuhku oleh dayane aji Mahesa Krodha.
Yahu Allah, yahu Allah, yahu Allah…….

Mencermati mantra di atas menumbuhkan bio-energi yang luar biasa. Seolah seluruh aura gaib terbukan, lebih-lebih jika mantra sakti ini diuji dalam laku.
Adapun lakunya sendiri adalah sebagai berikut :
1. Puasa mutih selama 39 hari diteruskan ngableng dan pati geni hari ke 40
2. Pada hari ke 5, 7 dan 30 melakukan mandi suci di tengah malam.Air untuk sesuci (keramas) diambil dari 3 tempuran sungai (tiga tempat pertemuan sungai/sungai bercabang). Media sesuci ini dicampur dengan bunga setaman.
3. Selama melakoni ilmu ini diharuskan merapal mantra di tengah malam di luar rumah ; ke arah timur, selatan, barat, dan utara (masing-masing 1 kali mantra).
4. Di akhir perjalanan ritual tersebut harus selamatan jajan pasar, buceng (tumpeng lengkap dengan ayam panggang) untuk tetangga (secukupnya).
5. Sejak memiliki ajian ini hendaknya meningkatkan ibadah, berjiwa sabar, serta suka menolong orang lain yang membutuhkan bantuan kita secara moral maupun material (kalau mampu). Dan jangan lupa, suka menyantuni anak yatim-piatu.
6. Ilmu ini tidak bisa digunakan sembarangan, kecuali benar-benar kepepet misalnya jiwa terancam. Jika musuh benar-benar menyerah, ampunilah mereka dan jangan kebablasan justru pamer kesaktian.

Nah, semoga ilmu ini bermanfaat bagi kita semuanya.

Label: , , , , , , ,

MENYADARKAN PASANGAN SELINGKUH

Mengetahui pasangan kita selingkuh memang sangat menyakitkan, tapi percayalah, untuk memperlihatkan betapa cantiknya jiwa dan akhlak seorang ummatnya, Allah SWT akan selalu menguji dengan suatu cobaan yang sangat berat.
Namun, tentu saja Anda tidak boleh menyerah dalam menghadapi keadaan. Tanpa ada ikhtiar, semua kesusahan niscaya akan sulit berakhir.

Nah, sebagai sebuah solusi batiniah untuk menyadarkan suami Anda, cobalah amalkan petunjuk-petunjuk berikut ini:
– Berpuasalah 3 hari dimulai Selasa Kliwon (puasa di sini seperti layaknya puasa di bulan Ramadhan. Ada buka dan sahur). Selama puasa malamnya tidak boleh mengkonsumsi makanan yang bernyawa dan yang berasal darinya. Seperti, madu, susu dan telur. Niat puasanya, “Nawaitu souma godin li qodo’i hajatii sunnatan Lillahi Ta’ala”.
– Selama puasa pada malam harinya dirikanlah sholat Tahajjud 2 rakaat. Setelah salam bacalah amalan ini 1000 kali. Setiap dapat 100 kali ditiupkan ke air minum yang telah disediakan sebelumnya (teko atau botol aqua ukuran 1 liter). “WA ALKOITU ‘ALAIKA MAHABBATAM MINNII YA…..(SEBUT NAMA PASANGAN Anda) WA LITUSNA’A ‘ALA ‘AINII”
– setelah selesai puasa 3 hari air baru boleh diminumkan ke pasangan Anda (harus tanpa sepengetahuannya jika air telah dimantrai)

TAHAP II :
Amalan ini diambil dari Surat Haamiim As Sajdah ayat 11. Adapun doa atau amalan yang harus dibaca, adalah:
SI………(SEBUT NAMA YANG DITUJU) AGAR………(TEGASKAN MAKSUD KITA).
BISMILLAAHIRROHMAANIRROHIIM, SUMMAS TAWAA ILAS SAMAA’I WA HIYA DUKHOONUN, FA QOOLA LAHAA WA LIL ARDHI’TIYAA TOU’AN AU KARHAN, QOOLATAA ATAINAA TOO’I'IIN.
Amalan tersebut harus dibaca sebanyak 40 kali pada setiap hari Kamis selesai Shalat Ashar. Bila menginginkan reaksinya lebih keras dan cepat berhasil, maka sertailah dengan puasa pada hari Kamis tersebut. Sebelum membaca amalan tersebut, lakukanlah petunjuk-petunjuk ini:
- Bacalah hadrot ini:
ILA HADROTI NABIYYIL MUSTOFA MUHAMMAD SAW SYAI’UN LILLAAHI LAHUU AL FAATIHAH…(BACA SURAT AL FATIHAH 1 KALI).
- Bacalah juga hadrot ini:
WA KHUSUUSON ILA RUUHI SI…(SEBUT NAMA ORANG YANG DITUJU) AGAR…(TEGASKAN MAKSUD KITA) AL FAATIHAH…(BACA AL FATIHAH 1 KALI).
- Baca Surat Al Ikhlas 3 kali, Al Falaq 1 kali, An Nas 1 kali.
- Lalu, bacalah Sholawat kepada Nabi Muhammad SAW:
ALLAAHUMMA SOLLI ‘ALA SAYYIDINA MUHAMMAD WA ‘ALA ALI SAYYIDINA MUHAMMAD (BACA 11 KALI).
- Terakhir, bacalah dua kalimah Syahadat:
Asyhadu allaa illaaha illallaAh, wa asyhadu anna muhammadar rasuulullaah (baca 1 kali).

SYARAT WAJIB :
– Harus mendirikan sholat 5 waktu FULL (tidak boleh bolong-bolong).
– Membaca amalannya harus benar dan tidak boleh ada kesalahan sedikit pun dalam melafalkan lafadznya. Karena bisa tidak bereaksi jika sampai salah ucap. Meski satu huruf!
– Ketika membaca amalannya harus sambil membayangkan wajah pasangan Anda.
Semoga Anda dapat menjalankan semua petunjuk yang saya beberkan ini. Selamat mengamalkan dan Insya Allah sukses

Label: , , , , , , , ,

AJI GINENG

Para sepuh meyakini, ajian ini pernah dikuasai dengan sempurna oleh Mahapatih Gajah Mada, hingga nusantara dapat bersatu di bawah kebesaran panji-panji Wilwatikta.

Bangsa yang besar adalah bangsa yang dapat menghargai ataupun menghormati jasa-jasa para pendahulunya, demikian kata pepatah. Agaknya, pepatah tersebut di atas seolah tak pernah lekang dimakan zaman, buktinya, belakangan ini banyak kalangan muda yang mulai melirik berbagai ilmu-ilmu tua warisan leluhur di dalam menjalani dharma hidupnya di dunia. Seiring dengan situasi keamanan yang “tidak menentu”, di mana kejahatan dengan kekerasan kian hari terasa kian meningkat, maka salah satu jenis ilmu yang tergolong digandrungi oleh kawula muda adalah kadigdayaan.
Pada masa silam, Bekel Mada yang pada akhirnya dikenal dengan sebutan Mahapatih Gajah Mada dan merupakan murid kinasih Bhgawan Amongraga menerima warah berupa ajian sakti Aji Gineng yang konon juga dikuasai dengan sempurna oleh Satria Panegak Pandawa, Bimasena. — konon, ajian ini diterima langsung dari sang ayah yang begitu mencintainya, Dewa Bayu.

Khasiat dari ajian yang satu ini adalah, tubuh menjadi kuat sentosa serta kebal terhadap serangan senjata tajam. Jadi bukan tidak mungkin, di samping memiliki ajian-ajian yang lain, ajian ini juga merupakan salah satu andalan sang Mahapatih dari kerajaan Majapahit. Kita dapat membayangkan, dengan segala keberanian serta ketegarannya, Mahapatih Gajah Mada di dampingi Empu Nala yang merupakan Panglima Angkatan Laut beserta dengan ribuan prajurit lainnya mengarungi lautan dan menjelajahi daratan untuk menaklukkan negeri-negeri tetangganya. Bahkan sampai ke Madagaskar. Pada saat inilah keampuhan Aji Gineng berhasil dibuktikan oleh Mahapatih Gajah Mada. Ia berhasil mempersatukan nusantara di bawah panji-panji Gula Kelapa yang merupakan kebesaran dari Wilwatikta.
Jika diperhatikan dengan saksama, maka khasiat dari ajian ini setara dengan aji Pancasona. Betapa tidak, selagi tubuh yang menguasai ilmu ini masih tersentuh oleh empat unsur, yakni api, air, udara dan tanah, maka ia takkan dapat pralaya. Walau tujuannya baik, tetapi entah kenapa, tak banyak orang yang berminat untuk mengkaji ataupun mendalami Aji Gineng. Mungkin hal ini disebabkan, si penghayat dilarang keras melanggar tatanan keluarga, masyarakat, negara dan agama yang dianutnya — di samping sepanjang hidupnya ia tak boleh berbohong walau sekalipun. Jika dilanggar, maka si penghayat harus memulai ritual (puasa) lagi agar kadar ilmu tersebut tidak berkurang.
Entah sejak kapan, yang jelas, seiring dengan perubahan zaman maka mantera dari Aji Gineng yang semula berbahasa Jawa Kuna bergeser ke Jawa Tengahan dan mulai dimasuki oleh unsur Islam (kalangan sepuh menyatakan sebagai gaya Sunan Kalijaga). Walau keampuhannya tak berkurang sama sekali.
Adapun ritual untuk menguasai ajian ini adalah:
* Mandi keramas dengan bunga tujuh macam di mana airnya diambil dari tujuh sumur.
* Puasa mutih tujuh hari tujuh malam, dan dilanjutkan dengan ngebleng tiga hari tiga malam.
* Pada waktu menjalankan puasa, tiap pukul 00.00 mantera dibaca sebanyak empat puluh satu kali.
* Pada pelaksanaannya, mantera cukup dibaca sekali pada pukul 06.00 dan pukul 18.00.

Adapun mantera yang harus dihafalkan adalah:
Heh, ya aku teguh sing makrifat,
rineksa dening Allah,
kinemulan para Nabi,
pinayungan para Wali,
tan ana braja kang tumama,
Ya Chu Hak, Ya Chu Hak, Ya Chu Hak.

Demikian sekelumit tentang ilmu kadigdayaan, yang merupakan warisan para leluhur bangsa, semoga bermanfaat bagi para pembaca serta dapat menambah wawasan kita semua.

Label: , , , , ,

AJI KESERABAN

Banten yang kini menjadi sebuah propinsi, ternyata namanya sudah dikenal sejak jaman dahulu. Dengan kata lain, walau muda dalam usia (propinsi), tetapi nama Banten telah melewati bahkan teruji selama beberapa kurun jaman. Bermula sejak jaman Kerajaan Pajajaran, jaman kewalian, penjajahan bahkan sampai sekarang ketika jaman mulai menginjak pada milenium yang ke-3 nama Banten tetap harum, apalagi kalau dikaitkan dengan ilmu-ilmu yang berbau magi.
Salah satu kesenian rakyat Banten yang sampai sekarang masih amat digemari dan sekaligus mampu mencekam hati para penontonnya adalah kesenian Debus. Salah satu gereget kesenian yang satu ini sering menampilkan adegan kekebalan. Misalkan saja, tubuh si pendekar Debus dibacok bahkan terkadang disayat dengan senjata tajam, tetapi tubuh itu tak luka barang sedikit pun. Dan tak berhenti sampai di situ, ada juga adegan yang tak kalah seram, seperti berjalan di atas bara api atau tidur di atas sehelai papan yang penuh berisi paku-paku tajam. Hasilnya sama, tubuh sang pendekar tetap utuh tak kurang suatu apapun!
Di jaman silam Banten telah banyak melahirkan para jawara pilih tanding. Hanya saja menurut kepercayaan, para jawara Banten agak segan jika berhadapan dengan tokoh-tokoh dari Cirebon. Hal ini bisa dimaklumi, karena Sultan Hasanuddin sang raja pertama penguasa Banten adalah salah seorang putra dari Sinuhun Jati, Raja dan sekaligus Waliyulloh di Kesultanan Cirebon

Dari salah seorang yang pernah malang melintang di dunia hitam, dan sudah tentu kini telah taubat. Menurutnya, kini ilmu ini telah menjadi salah satu ilmu kadigdayaan yang tergolong langka.
Si pemberi ilmu yang pernah menjadi salah satu target operasi PETRUS (Penembak Misterius) ini mengaku bisa meloloskan diri berkat kehebatan ilmu ini. Sumber yang enggan disebutkan jati dirinya itu, mengatakan bahwa Aji Keseraban ada dua macam. Yang pertama untuk kedigdayaan sedangkan satunya lagi untuk pengasihan. Bahkan menurutnya, Aji Kaseraban yang untuk kedidayaan, sama kekuatannya dengan Aji Gelap Sewu, Gelap Ngampar ataupun Gelap Sayuta.
Jika ditinjau dari arti harfiahnya, Keseraban berasal dari kata “serab” yang dalam bahasa Jawa mempunyai arti silau. Oleh karena itu bagi yang mengamalkannya, selain membuat diri menjadi berwibawa, bentakan suara yang keluar dari mulutnya juga bak halilintar yang menyambar. Di samping itu, ajian ini mampu membuat diri si pengamalnya tak pernah mengenal rasa takut. Oleh karena itu, ajian ini amat cocok jika diamalkan oleh para petugas keamanan dalam arti yang seluas-luasnya. Mulai dari TNI, POLRI bahkan sampai SATPAM dan HANSIP.
Agar para pembaca tidak penasaran, berikut ini aji Keseraban beserta tata laku serta pantangannya. Adapun mantranya adalah:
Bissmillaahirrohmaanirrohiim,
Sececunduk bintang timur,
Secolat bintang larangan,
Ali-ali kudamula,
Ali-ali kadimacan,
Ciduh aing sina gugur,
Rehak aing sina gelap,
Bul dicandung ke bulan,
Neretep ke serngenge,
Bayu seret bayu serab,
Bayu keseraban aing,
Aing beki aing wani,
Aing tu aya wani aning wani,
Aing sejatine manusa.

Lakunya:
Puasa Ngelowong (puasa tidak makan tidak minum) selama 3 hari 3 malam berturut-turut.

Pantangannya:
Jangan melanggar apa yang dilarang Allah SWT, jangan membentak orang yang lanjut usia, anak kecil dan para ibu yang sedang hamil.
Demikian tulisan ini semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasaan pembaca sekalian terutama tentang ilmu-ilmu gaib yang belakangan sudah mulai langka.

Label: , , ,