Selasa, 10 Mei 2011

Mantra orang Banjar

Suku Banjar adalah suku bangsa yang menempati sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Selatan, sebagian Kalimantan Timur dan sebagian Kalimantan Tengah terutama kawasan dataran dan bagian hilir dari daerah aliran sungai di wilayah tersebut. Suku Banjar berasal dari daerah Banjar dari Kesultanan Banjar meliputi Barito bagian hilir, Bahan (Negara), Martapura dan Tabanio. Kesultanan Banjar sebelumnya meliputi wilayah provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, kemudian terpecah di sebelah barat menjadi kerajaan Kotawaringin yang dipimpin Pangeran Dipati Anta Kasuma dan di sebelah timur menjadi kerajaan Tanah Bumbu yang dipimpin Pangeran Dipati Tuha yang berkembang menjadi beberapa daerah : Sabamban, Pegatan, Koensan, Poelau Laoet, Batoe Litjin, Cangtoeng, Bangkalaan, Sampanahan, Manoenggoel, dan Tjingal. Wilayah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur merupakan tanah rantau primer, selanjutnya dengan budaya madam (merantau), orang Banjar mencari tanah rantau hingga ke luar pulau.

Banjar diduga berintikan penduduk asal Sumatera atau daerah sekitarnya, yang membangun tanah air baru di kawasan ini sekitar lebih dari seribu tahun yang lalu. Setelah berlalu masa yang lama sekali akhirnya, setelah bercampur dengan penduduk yang lebih asli, biasa dinamakan sebagai suku Dayak, dan dengan imigran-imigran yang berdatangan belakangan-terbentuklah setidak-tidaknya tiga subsuku, yaitu (Banjar) Pahuluan, (Banjar) Batang Banyu, dan Banjar (Kuala).

Suku Banjar merupakan suku ke-8 terbanyak di Indonesia, lebih banyak daripada suku Tionghoa. 111.886 jiwa di Provinsi Sumatera Utara 0,97% (BPS – sensus th. 2000). Di Sumatera Utara, suku Banjar telah lama menetap dan mewarnai peradaban.

Tanpa kita sadari, budaya setempat telah berbaur dengan budaya Banjar. Kue, contohnya. Jajanan pasar yang sering kita makan di wilayah Tanah Deli ini, sebagian besar merupakan kue-kue khas Suku Banjar. Karena begitu melekatnya, disini saya ketengahkan budaya mantera suku Banjar

MANTERA-MANTERA BANJAR

Penggunaan mantera suku Banjar selalu didahului ucapan Bismillah dan diakhiri la ilaha ilalah muhammad rasulullah. Ini merupakan pengaruh kebudayaan Islam yang sangat merekat pada suku ini. Berikut beberapa mantera bagi calon ibu yang susah melahirkan, mantra ini bernama mantera peluncur melahirkan:

“Bismillahirrahmanirrahim/Nun kalamun walayar turun/Insya Allah inya ilang aritan/Inya turun/brakat La Ilaha Ilallah Muhammadurrasulullah “.


Mantera peluncur melahirkan ini biasanya dimiliki oleh para bidan kampung dan selalu dibaca saat membantu persalinan. Menjelang kelahiran, bidan akan terus menerus membaca mantera tersebut. Mantera minimal dibaca 3 kali secara berulang-ulang ditiupkan ke dalam segelas air putih. Air yang sudah diberi mantera tadi akan diusapkan ke perut wanita yang akan melahirkan.

Sedangkan mantera untuk membantu persalinan bayi sungsang sebagai berikut :
” Bismillahirrahmanirrahim/Bungkalang-bungkaling/Tampurung bulu-bulu/Takalang-tapaling/Kaluar tadahulu/Barakat La Ilaha Ilalallah Muhammadarrasulullah “

Mantera untuk menjaga anak kecil dari gangguan roh jahat atau apabila diyakini sakitnya seorang anak akibat gangguan roh jahat, sebagai berikut :
” Bismillahirrahmanirrahim/Wahai parang, bilamana terjadi sesuatu nang kejahatan/Mangganggu kanak-kanak guring maka minta tulung pada para supaya parang manimpasakan kajahatannya/Barakat La Ilaha Ilallah Muhammadurrasulullah“

Dalam pelaksanaan mantera ini disiapkan sebuah parang mandau dibuat tanda silang dengan kapur sirih (cacak burung). Parang tersebut diletakkan di bawah ayunan anak yang sedang tidur. Mantera dibaca sebanyak 3 kali dan ditiupkan pada pada parang tersebut sebanyak 3 kali pula.

Perpegang pada pepatah Urang banjar, “Kada Ulun Biarakan Budaya Banjar Hilang di Dunia”, disini saya titis restukan beberapa mantera lainnya dari Suku Banjar dengan berbagai fungsinya.
1. Mantera –Mantera Urang Banjar untuk Pengobatan


Jenis mantera ini khusus digunakan untuk menyembuhkan penyakit.

Mantra Sambur Sampuli :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Baringgang baringganggung.

Ambil arakit.

Allmundhi mantuk kapucuknya.

Jangan angkau mahaurinya.

Jangan angkau masuk kapusatnya.

Jangan angkau masuk kaurinya.

Kalai angkau tak kaluar.

Maka manjadi sogara hijai.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

Mantera Sawan :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Tarbang burung.

Mulang mansawan.

Hinggap kayu mali-mali.

Aku tahu asal angkau.

Mulang mansawan.

Asal uri lawan tambuni.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulillah”.

Mantera Tajani :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Hantu manjual kupit.

Aku manjual kapat.

Hantu maayukit.

Aku manawar.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.
2. Mantera –Mantera Urang Banjar untuk Kedigjayaan

Jenis mantera ini digunakan bila sedang berhadapan dengan musuh sehingga siempunya mantera tak terkalahkan dan musuh dapat ditaklukan.

Mantra Saidina Ali :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Kain kindusin.

Banang baginda ali.

Tujuh lapis babat pinggang.

Lapisakan kabadanku.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

Mantra Saidina Abubakar :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Allahumuna soli ala sandi Abubakar.

Pucuk api naraka jahanam.

Dipasang yo subur.

Barkat Lailahalallah Muhammadurrasulullah”.

Mantera Taguh :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Naga ulit.

Naga umbang.

Kandal di kulit.

Sampai ka tulang.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

3. Mantera –Mantera Urang Banjar untuk Pengasih

Mantera pakasih atau pengasih adalah mantera cinta kasih. Bila mantera ini dilepas maka sasarannya akan terpikat dan jatuh ke dalam kekuatan birahi pada siempunya mantera. Popular disebut dengan pelet.

Mantra Kata Burung Nuri :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Kata burung dandarasih.

Kata burung dandaraku.

Saratus irang kasih.

Saribu urang suka.

Barkat Lailahailallah Muhammadirrasulullah.

Mantera Pamikat :

“Bismilahirrohmanirrohim.

Tutian mandurisa.

Buka padang mandurasi.

Tartutup hati mirah.

Tarbuka hati putih.

Rubuh rabah badan si anu …….

Runduk kasih malihat padanku.

Barkat Lailahailallah Muhammadirrasulillah”.

Mantera Kata Adam :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Hai Adam nurhayati.

Angkau yang perkasa.

Gunung tinggi dapat malingkang.

Laut luas dapat mahayaw.

Angkau kupinjam dangan sakarang.

Ambilkan ruh nila …….

Kapadaku.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.
4. Mantera –Mantera Urang Banjar untuk Pagar Diri

Jenis mantera sebagai perisai diri agar orang tidak bisa akan membinasakan dirinya atau orang tidak akan berkehendak menaklukan dirinya.

Mantera Gaip :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Patimah mitah.

Aku mangatahui.

Aku tidak salah.

Hat sampurna akan nama Allah.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.



Mantra Kulias Tasambunyi :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Simbulijn nabi unuk.

Mun bujurlah aku.

Mangatahuani.

Hat nag disampurnaakan.

Oleh Tuhan Allah.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.



Mantera Dinding :

“Bismillhirrohmanirrohim.

Kun suli ala kata Allah.

Dinding nabi Muhammad Rasulullah.

Barkah doa Ilallah.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.
5. Mantera –Mantera Urang Banjar untuk Tundik

Jenis mantera yang dilepas melalui kekuatan jarak jauh. Sasaran adalah orang yang dikehendaki agar jatuh kedalam pengaruh siempunya mantera. Mantera ini banyak sekali macam dan kegunaannya sesuai dengan apa yang dimaksud oleh siempunya mantera.

Mantra Tundik :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Kayu mula muli.

Kayu muda mudadi.

Kata buku bkata budi.

Ak aku tahu kata air akbar.

Barkat Lailahailallah Muhammaddurrasulullah”.

Mantera Jodoh :

“Tip tulah kadudukan nang bagantung.

Saksi Angkau Allah.

Suruh ibu suruh bapa.

Ah aku tahu namamu ….

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.



Mantera Kata Bangkai :

“Bismillahirrohmanirrohim.

Buku bungkam.

Bangkai mati.

Tiada bernyawa.

Tiada berjiwa.

Barkat Lailahailallah Muhammadurrasulullah”.

Label: , , , , ,

0 Komentar:

Posting Komentar

Berlangganan Posting Komentar [Atom]

<< Beranda